Kamis, 19 November 2009

The Fermentation Step in Sausage



The fermentation step in sausage production involves the action of a lactic acid bacterium on the sugar added to ground meat. This organism, generally a strain of Pediococcus cerevisiae added as a starter culture, ferments the sugar to lactic acid. The acid causes the meat to develop the characteristic texture associated with sausage. The flavor of sausage is due to the lactic acid, other byproducts of bacterial fermentation, salt, seasonings and nitrite. Salting also affords protection against many spoilage organisms.
Most sausage formulas include sodium nitrite (NaNO2) as a curing agent. The addition of nitrite to a meat product inhibits the growth of the pathogen Clostridium botulinum. Also, nitrite is responsible for the pink color associated with sausage and other cured meats, such as bologna and ham. Third, a nitrite cure adds a particular flavor to the sausage.
In rare instances, sodium nitrate (NaNO3) is added during manufacture rather than sodium nitrite. One then relies on bacteria in the meat to reduce the nitrate to nitrite. It is more difficult to control the concentration of nitrite in a sausage by the use of this method. On occasion, excessive nitrate reduction will take place, resulting in overly high concentrations of nitrite in the product. The excessive amount of nitrite, in the presence of the lactic acid, will cause severe oxidation of the meat pigment (myoglobin), producing a green pigment (oxymyoglobin). This form of greening of cured meats is referred to as nitrite burn.
A second form of greening results from the accumulation of hydrogen peroxide on meats. Lactics on the surfaces of meats will, in the presence of atmospheric oxygen, produce hydrogen peroxide if they are allowed to grow. Meat must therefore be handled appropriately, keeping initial lactic counts low and avoiding temperature abuse to preclude growth of these organisms and subsequent greening of the meat. Lactobacillus viridescens is commonly associated with peroxide greening of meats.
In this exercise, sausage will be prepared, using both a straight nitrite cure and also an excessive nitrate cure to induce nitrite burn. In the latter case, a nitrate-reducing strain of Staphylococcus will be added. Sausage prepared with the use of a starter culture (Pediococcus) will be compared with that prepared with a "wild fermentation." In addition, the effects of greening by nitrite and hydrogen peroxide on sliced, packaged bologna will be demonstrated.

Senin, 12 Oktober 2009

proses kesetimabangan dalam mulut kita

Pada mulut kita terdapat proses kesetimbangan sebagai berikut :
Ca5(PO4)3OH(s) ↔ 5ca2+(aq) + 3PO43-(aq) OH-+(aq)
Ca5(PO4)3OH (hidroksiapatit) merupakan zat perekat dalam lapisan email gigi. Jika dalam mulut kita terdapat banyak asam (H+) karena kita terlalu banyak mengkonsumsi makanan yang bersifat asam, misalnya empek-empek yang berkuah cuka (asam asetat), acar buah yang mengandung cuka, dan buah-buahan yang bersifat asam, ion H+ dari asam akan mengikat ion OH- dari hasil reaksi peruraian hidroksiapatit menjadi air.
Selain itu ion H+ dari asam juga mengikat ion PO43- membentuk ion HPO42- dan H2PO4-. Berkurangnya ion PO43- dan OH- dari reaksi kesetimbangan mengakibatkan reaksi kesetimbangan dalam mulut kita bergeser ke kanan. Hal ini mengakibatkan semakin berkurangnya Ca5(PO4)3OH yang merupakan zat perekat dalam lapisan email gigi sehingga mengakibatkan kerusakan gigi . kerusakan gigi ini bias dihindari dengan bantuan ion fluoride (F-) yang banyak terdapat dalam pasta gigi. Ion F- ini dapat menggantikan ion OH- dari hiroksiapatit. Lapisan Ca5(PO4)3F (fluoroapatit) yang terbentuk pada lapisan email gigi lebih tahan terhadap serangan asam.

Jumat, 02 Oktober 2009

KIMIA ANALITIK:Identifikasi Kation dan Anion

Dalam menentukan adanya kation atau anion dalam suatu analit, baik yang terdiri atas zat tunggal (satu kation dan satu anion) atau zat majemuk/campuran (lebih dari satu kation/anion), memerlukan sistematika tertentu. Apabila analit berupa larutan dapat langsung dianalisis, tetapi apabila berupa zat padat/ campuran padat-air, perlu dicari pelarut yang sesuai

Dalam sistem H2S, kelima golongan kation dapat diidentifikasi ciri khasnya sebagai berikut:

Gol. I (gol.Perak) yaitu timbel, merkurium(I), dan perak. Kation golongan ini membentuk endapan garam kloridanya dengan penambahan HCl encer. Endapan yang terjadi semuanya berwana putih.

Gol. II meliputi IIA-gol.Tembaga yaitu merkurium(II), tembaga, bismut, dan kadium serta IIB-gol.Arsen yaitu arsenik(III), arsenik(V), stibium(III), stibium(V), timah(II), dan timah(IV). Kation-kation ini diendapkan sebagai garam sulfidanya dengan cara mengalirkan gas H2S dalam larutan analit yang suasananya asam. Endapan sulfida warnanya beraneka ragam, sehingga dapat digunakan untuk menduga kation yang ada.

Gol. III memiliki reagensia golongan H2S dengan adanya amonia dan amonium klorida, atau larutan amonium sulfida. Reaksi golongan berupa endapan-endapan dengan berbagai warna yaitu besi(II) sulfida {hitam}, alumunium hidroksida {putih}, kromium(III) hidroksida {hijau}, nikel sulfida {hitam}, kobalt sulfida {hitam}, mangan(II) sulfida {merah jambu}, dan zink sulfida {putih}.

Kation-kation gol. IIIA (gol.Besi) yaitu besi, aluminium, kromium diendapkan sebagai garam hidroksidanya dengan penambahan NH4Cl dan NH4OH. Endapan hidroksidanya warnanya beraneka ragam.

Kation-kation gol.IIIB (gol.Seng) yaitu nikel, kobalt, mangan, dan zink diendapkan sebagai garam sulfidanya dengan mengalirkan gas H2S dalam larutan analit yang suasananya basa (dengan larutan buffer NH4Cl + NH4OH). Penambahan HCL 1M berfungsi untuk mendapatkan endapan CoS dan NiS yang berwarna hitam dari gol.IIIB lainnya. Untuk memisahkan keduanya dilakukan uji penegasan dangan menambahkan NH4Cl dan NH4OH sampai bersifat basa serta pereaksi dimetil glioksim, menghasilkan endapan merah jambu yang menunjukkan adanya Ni2+.

Gol. IV (gol.Kalsium) yaitu kalsium, strontium, barium diendapkan sebagai garam karbonatnya dengan menambahkan larutan amonium karbonat ke dalam larutan analit yang suasananya basa (dengan buffer NH4Cl + NH4OH).

Gol V (gol.Alkali) merupakan golongan sisa setelah dilakukan pemisahan golongan secar berurutan. Untuk menentukan adanya kation NH4+ harus diambil dari larutan analit mula-mula (sebelum dilakukan pemisahan). Identifikasi kation Ca2+, Ba2+, Sr2+, Na+, dan K+ dilakukan uji nyala.

Dalam metode H2S, pengaturan pH memang sangat besar peranannya. Hal ini nyata dari :

1. Pada pemisahan golongan III dari golongan IV : pH dibuat menjadi lebih besar daripada untuk pemisahan sebelumnya. Pengaturan ini juga harus cermat, sebab bila masih terlalu asam maka sebagian endapan golongan III tidak terbentuk (misalnya, MnS, karena Ksp-nya yang termasuk besar, yaitu 10-13).SEbaliknya, bila larutan menjadi terlalu basa,sebagian katioon dari golongan IV dan V akn ikut mengendap bersama-sama dengan golongan III (misalnya CaS yang Ksp-nya 10-7)

2. Pada pemisahan golongan IV dari golongan V : pH dibuat lebih besar daripada untuk pemisahan sebelumnya. Pengaturan juga perlu baik, pH tidak boleh terlalu tinggi ( MgCO3 akan ikut mengendap). Pemisahan ini bersifat parallel dengan pemisahan garam-garam sulfida : MgCO3 juga tidak larut dalam air, namun tidak ikut mengendap dengan atau dapat dipisahkan dari Ba-, Ca-,Sr-karbonat.Sebab-sebabnya juga pH dan perbedaan nilai Ksp ( untuk MgCo3 ± 10-4, BaCO3 10-8,3, CaCO3 10-8,3 dan SrCO3 10-9)

3. Pada pemisahan di dalam golongan IV antara Ba2+,Ca2+,Sr2+, campuran endapan golongan IV dilarutkan, kemudian ditambahkan K2CrO4 untuk mengendapkan BaCrO4. Mengapa hanya BaCrO4 yang mengendap, padahal CaCrO4 dan SrCO4 juga tidak larut dalam air? (ini suatu parallel lain dari suatu pemisahn antar golongan II dan golongan III, juga antara pH dan Ksp).

Pada beberapa pemisahan, camouran reaksi dididihkan adakalanya setelah pengendapan terbentuk campuran masih dididihkan beberapa lama. Tujuan pengerjaan ini antara lain:

a. Mempercepat terbentuknya endapan

b. Mempercepat reaksi-reaksi lain, misalnya hidrolisis larutan [Cr(NH3)6]3+ sehuingga mengendap menjadi Cr(OH)3 dalam golongan III. Penjelasan : pada pengendapan golongan III dipergunakan NH4OH yang cukup banyak untuk mengkompleks Cr3+ menjadi ion kompleks tersebut, yang larut banyak untuk mengkompleks Cr3+ menjadi ion kompleks tersebut yang larut. Jika tidak dipanaskan maka kompleks itu stabil, dan Cr3+ tidak dapat mengendap.

c. Mengkoagulasi endapan yang bersifat koloid. ZnS, FeS dan lebih-lebih NiS cenderung bersifat koloid dan sulit disaring. Pemanasan dan penambahan elektrolit yang tidak mengganggu analisis ( misalnya NH4NO3/ CH3COOH) menyebabkan butir-butir koloid tarik menarik menjadi gumpalan-gumpalan yang dapat disaring. Endapan BaCrO4 juga berbentuk koloid dan di gumpalkan dengan mendiddihkan campuran reaksinya.

d. Aging yaitu mengubah kristal-kristal yang halus menjadi kristal-kristal yang lebih kasar karena kristal-kristal yang paling halus larut lalu mengkristal lagi pada kristal-kristal yang lain.

Jumat, 11 September 2009

Reaksi Eksoterm dalam Tubuh

Ketika kita makan makanan yang mengandung karbohidrat, maka karbohidrat diurai oleh tubuh menjadi glukosa. Glukosa larut dalam darah dan diedarkan ke seluruh sel. Kemudian glukosa dibakar dengan gas O2, reaksinya sebagai berikut :

C6H12O6 + 6O2 → 6CO2 + 6H2O H = -2820 KJ

Kalor yang dihasilkan dari pembakaran glukosa inilah yang oleh tubuh kita dijadikan sebagai sumber energi. Oleh karena itulah sering merasa kepanasan ketika makan.

Cara Kerja Mesin Fotokopi

Dalam kehidupan sehari - hari terutama bagi pelajar atau mahasiswa, mesin penyalin atau yang biasa disebut mesin fotokopi amat penting. Dengan harga yang relatif murah untuk mengkopi beberapa data dari buku, membuatnya menjadi salah satu alat pendukung dalam kegiatan belajar.
Lalu, bagaimana cara kerja mesin fotokopi,,,,,,,,?




Dalam mesin fotokopi terdapat sebuah tromol berputar yang dilapisi dengan selenium amorf, diberi muatan positif sambil dilindungi terhadap cahaya. Selanjutnya tromol itu dikenakan pada cahay yang dipantulkan dari dokumen atau data yang akan dikopi. Karena tersinari oleh cahaya, tromol selaenium tersebut menghantarkan listrik dari aluminium yang menunjangnya. TRomol tetap bermuatan positif. Lalu bubuk pigmen yang bermuatan negatif ditaburkan di atas drum dan melekat pada daerah-daerah yang bermuatan positif, lalu drum digulingkan di atas lembaran kertas yang bermuata positif, yang menarik pigmen bubuk (negatif) sehingga memberi gambaran seperti dkumen aslinya. Langkah terakhir melibatakan pemanasan kertas dan pigmen, untuk meleburkan dan memadu yang terakhir ini pada kertas, sehingga bubuk yang terdapat pada kertas tidak jatuh.

TUGAS PUSKIM II

Daftar Kata -kata Sulit
  1. Literatur : Bahan atau sumber ilmiah ang biasa digunakan untuk membuat suatu karya tulis.
  2. Web : suatu perusahaan di dunia maya untuk program aplikasi web browser.
  3. Situs : lokasi kejadian,struktur, objek, atau hal lain, baik virtual,aktual,lampau atau direncanakan. ContoH, situs arkeologi, situs bangunan dan situs web.
  4. Protokol : Program untuk koneksi ke internet
  5. Direktori : Komponen dari sistem berkas yang mengndung satu berkas atau lebih atau satu direktori lainnya atau lebih.
  6. Research based : berdasarkan penelitian
  7. Scientific-based Society : Suatu masyarakat berdasarkan sains.
  8. Knowledge-based society : Sutu masyarakat berdasarkan pengetahuan.
  9. Paten berasal dari bahasa inggris patent, yang awalnya berasal dari kata patere yang berarti membuka diri (untuk pemeriksaan publik), dan jga berasal dari istilah letters patent, yaitu surat keputusan yang dikeluarkan kerajaan yang memberikan hak eksklusif kepada individu dan pelaku bisnis tertentu.
  10. Jurnal : Terbitan berkala yang berbentuk pamflet berseri berisi bahan yang sangat diminati orang saat diterbitkan.
  11. Jurnal on line : publikasi serial alam yang menggunakan metode distribusi digital.
  12. Ensiklopedia : Sejumlah buku yang beisi penjelasan mengenai setiap cabang lmu pengetahuan yang tersusun menurut abjad atau menurut kategori scara singkat dan padat. Kata Ensiklopedia diambil dari bahasa yunani enkyklios paideia (ἐγκύκλιος παιδεία) yang berarti sebuah lingkaran atau pengajaran yang lengkap.
  13. Glosari : Penjelasa kata dlam bahasa Indonesia dan siniimnya dalam bahasa Inggris, begitu sebaliknya.
  14. Monograph : Sebutan lain untuk buku dan digunakan untuk membedkan terbitan tersebut dengan terbitan berkala.
  15. Kamus : Sejenis buku rujukan yang menerangkan kata-kata.
  16. Perpustakaan Digital : Perpustakaan yang mempunyai koleksi bku sebagian besar dalam bentuk format digital dan yang bisa di akses lewat komputer. Isi dari perpustakaan digital berada dalam suatu komputer server yang bisa ditempatkan secara lokal, maupun di lokasi yang jauh, namun dapat diakses dengan cepat dan mudah lewat jaringan komputer.
  17. Server : sebuah sistem kmputer yang menyediakan jenis layanan tertentu dalam sebuah jaringan komputer. Contoh Sistem operasi server adalah Windows NT 3.51 dan dilanjutkan dengan Windows NT 4.0. Saat ini sistem yang cukup populer adalah Windows 2000 server dan Windows Server 2003, kemudian Sun Solaris, Unix DAN gnu/Linux. Fungsi server sangat banyak misalnya untuk situs internet, ilmu pengetahuan, atau sekedar penyimpanan data.
  18. Newsgroup : Kelompok diskusi maya di Nternet
  19. Mailin List : Grop diskusi di internet di mana setiap orang bisa berlanggannan dan berikuserta di dalamnya.
  20. Search Engine : Sistem yang dirancang untuk mengindex alamat-alamat website di internet.

TUGAS PUSKIM

SOAL

1. Sebutkan 5 contoh literatur primer dan sekunder yang anda ketahui ?
2. Tuliskan 2 alamat situs sumber informasi kmia, 2 alamat direktori internet, dan 2almat mesin pencari ?
3. Jelaskan 2 macam protokol internet ?
4. Definisikan istilah basis data ?
5. Sebutkan perbedaan antara www dan internet ?

Jawab :

1. Literatur primer adalah yang pertama kali diterbitkan dari penerbit atau dari sumbernya secara lengkap dan asli, contohnya artikel yang dimuat di majalah/jurnal atau surat kabar, laporan penelitian, tesis, disertasi, laporan hasil seminar, buku teks.

Literatur Sekunder adalah segala jenis tulisan atau informasi yang dapat digunakan untuk memperoleh jenis literatur primer, contohnya buku/mjalah seri atau abstrak, buku/majalah indeks, bibliografi, katalog perpustakaan, ensiklopedi.

2.Situs sumber informasi kimia :

KIMIA :

http://www.sumanasinc.com/webcontent/anisamples/chemistry/chemistry.html

REAKSI KIMIA :

http://chemmac1.usc.edu/java/balance/balance.html

http://ir.chem.cmu.edu/irproject/applets/stoich/Applet.asp)

TABEL PERIODIK :

http://periodic.lanl.gov/default.htm

http://www.ilpi.com/genchem/periodicquiz.html

http;//kimiakitaonline.com merupakan situs yang berisi informasi kimia, jurnal, software, tutorial dan direktori situs yang berhubungan dengan kimia.

http://Kimia Indonesia.com merupakan situs Kimia Indonesia yang memuat artikel kimia, jurnal, olimpiade kimia Indonesia, profil nobel kimia, tabel periodik, forum diskusi dan database organik sintesis.

Alamat direktori internet : kimia kita online

Alamat mesin pencari : - WWW.GOOGLE.COM
- WWW.YAHOO.COM
- WWW.SEARCH.COM

3. Protokol Internet ( Inggris Internet protokol disingkat IP) adlah protokol lapisan jaringan ( network layer dalam OSI Reference model ) atau protokol lapisan internetwork ( internetwork layer dalam DARPA Reference Model) yang digunakan oleh protokl TCP/IP untuk melakukan pengalamatan dan routing paket data antar host-host di jaringan komputer berbasis TCP/IP.

4. Basis Data merupakan kumpulan informasi yang disimpan di dalam komputer secara sistematik sehingga dapat diperiksa menggunakan suatu program komputer untuk memperoleh informasi dari basis data tersebut.

5. www kependekan dari world wide web yang artinya merupakan suatu perusahaan di dunia maya untuk program aplikasi web browser.

Internet kependekan dari international network yang artinya sebuah jaringan komputer dunia yang sangat luas , yang saling terhubung satu sama lain sehingga memungkinkan untuk mendapatkan informasi dari komputer yang satu dengan komputer yang lain.